Belajar Transformasi Digital dari E-Estonia

Swasaba Research Initiative (SRI) mengikuti e-Estonia Briefing Centre pada Jumat (8/1) dalam rangka mempelajari kesuksesan Pemerintah Estonia dalam melaksanakan transformasi digital. Acara ini berupa diskusi antara Vesa Yunita Puri selaku peneliti SRI dengan Florian Marcus selaku Digital Transformation Adviser dari Estonia.

Perlu diketahui bahwa seluruh layanan publik Estonia dapat diakses secara online selama 24 jam, kecuali untuk pernikahan, perceraian, dan transaksi properti. Kunci utama dari transformasi digital Estonia adalah political will. Dengan demikian, komitmen yang kuat dari pemerintah untuk mewujudkan digital governance adalah suatu hal yang mutlak. Tujuan utama dari transformasi digital ini adalah untuk memperbaiki pelayanan publik sehingga website, aplikasi, maupun platform lainnya harus mudah digunakan atau user friendly. Jangan sampai teknologi digital yang digunakan justru mempersulit masyarakat, misalnya orang tua.

Di Estonia, terdapat aturan ‘only once principle’ yang artinya bahwa negara tidak diperbolehkan untuk meminta suatu informasi dari masyarakat lebih dari satu kali. Sebagai contoh, ketika seorang warga memberikan alamat rumahnya ke salah satu instansi pemerintah, maka instansi lainnya tidak boleh meminta data yang sama. Dapat disimpulkan bahwa Estonia telah melakukan integrasi data antar lembaga pemerintahan dengan sangat baik. Masyarakat pun tidak perlu disulitkan untuk mengisi informasi pribadi secara berulang-ulang.

Untuk menjawab isu privasi dan bocornya data pribadi, Estonia membuat sebuah tools yang bernama data tracker. Tools ini akan memberikan informasi kepada warga tentang kapan, siapa, dan mengapa data mereka diakses oleh pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa Estonia sangat mengutamakan kepercayaan publik demi kesuksesan transformasi digital mereka. Apakah Indonesia sudah siap bergerak ke arah yang sama dengan Estonia? Atau sudah punya haluan tersendiri dalam mengimplementasikan transformasi digitalnya di sektor publik?

Total Page Visits: 1291

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *