Pengembangan Model & Platform Demokrasi Deliberatif Digital: Ruang Runding

Kualitas Demokrasi Deliberatif di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang mengemuka di tengah kondisi sosial politik yang makin kompleks dewasa ini. Perkembangan teknologi digital membawa kompleksitas baru, yang pada satu sisi menyediakan pilihan-pilihan solusi dan pada sisi lain menghadapkan kita pada jenis-jenis problem yang asing dan tidak mudah dalam berdemokrasi.

Pemerintah yang memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik menghadapi problem yang serius dalam hal teknis, kebijakan pendukung, hingga sumber daya manusia.
Keterlibatan masyarakat dalam penyusunan kebijakan juga masih terbilang minim, baik karena persoalan motivasi maupun keterbatasan yang diciptakan oleh sistem.

Persoalan lain adalah relasi antara pemerintah dengan akademisi/pakar/peneliti yang berbasis di perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga riset yang belum bisa dikatakan optimal. Selain itu, relasi antara akademisi/pakar dengan publik juga masih menunjukkan celah problem yang perlu untuk ditangani.

Tim Peneliti PSSAT UGM bersama dengan Swasaba Research Initiative (SRI) mencoba untuk mengembangkan sebuah model dan platform digital demokrasi deliberatif. Apa yang diharapkan dari model dan kemudian platform ini adalah menghasilkan solusi atas problem-problem di atas. Namun, untuk membuat ini lebih kompatibel dan sejalan dengan kebutuhan saat ini, perlu tambahan perspektif dari berbagai pihak yang relevan.

Makassar dan Serang menjadi dua daerah yang menjadi lokasi Focus Group Discussion untuk mendapatkan berbagai perspektif sebagai tindak lanjut dari pengembangan Ruang Runding. Kegiatan FGD ini diikuti oleh berbagai akademisi, perwakilan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, NGO, dan jurnalis.

Total Page Visits: 596

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *